BAHAYA BEGADANG
BAHAYA BEGADANG
Setiap makhluk hidup dituntut untuk memenuhi kebutuhan dasarnya yang berguna untuk kelangsungan hidupnya. Salah satu kebutuhan dasar tersebut adalah kebutuhan tidur.
APA ITU BEGADANG?
ØBegadang
adalah keadaan seseorang berjaga tidak tidur sampai larut malam
(www.kbbi.web.id, 2012).
ØBerbeda
dengan insomnia, insomnia adalah masalah kesehatan dimana seseorang mengalami
kesulitan untuk tidur, terutama tidur malam hari. Penderita insomnia pun tidak
terbatas pada kisaran umur tertentu. Insomnia dapat didefinisikan juga sebagai
suatu persepsi seseorang yang terus merasa tidak cukup tidur atau merasakan
kualitas tidur yang buruk (Susilo dan Wulandari, 2011)
APA SIH PENYEBAB BEGADANG?
1. Alat
elektronik
Kebiasaan
penggunaan gadget atau alat elektronik dapat menjadikan seseorang mengalami
sulit untuk tertidur. Hal ini terkait dengan kenikmatan yang dijalani saat
menggunakan alat teknologi seperti gadget, laptop,dan lain-lain yang dapat
membuat si pengguna sibuk dengan sendirinya hingga lupa waktu.
2. Suhu
kamar
Suhu
kamar yang panas akan menimbulkan kegerahan yang dapat dirasakan oleh
seseorang, sedangkan suhu yang dingin akan menimbulkan rasa kedinginan pada
diri seseorang. Sehingga akan mengakibatkan rasa ketidaknyaman, yang nantinya
akan membuat kesulitan untuk tertidur bahkan mengganggu tidurnya.
3. Kebisingan
Suasana
gaduh di lingkungan sekitar yang bersumber dari suara radio atau televisi yang
terlalu keras, keributan, suara kendaraan, dan sebagainya dapat memberikan
rangsangan terhadap indera pendengaran, kemudian ditangkap oleh otak sehingga
akan menimbulkan ketidaknyamanan, yang pada akhirnya akan membuat terjaga.
4. Beban
tugas
Pada
umumnya, kebiasaan begadang yang diakibatkan dari adanya beban tugas kuliah atau
sekolah dapat menjadikan kebutuhan tidur seseorang tidak dapat tercukupi.
Namun, jika seseorang biasa begadang mereka akan cenderung bangun lebih siang
atau tidak dapat bangun lebih awal.
5. Merokok
Nicotine
mempunyai efek menstimulasi tubuh dan perokok seringkali mempunyai lebih banyak
kesulitan untuk bisa tidur dibandingkan dengan yang tidak merokok. Dengan
menahan tidak merokok setelah makan malam, orang biasanya akan tidur lebih
baik. Banyak perokok melaporkan pola tidurnya menjadi lebih baik ketika mereka
berhenti merokok.
6. Obat-obatan
dan alkohol
Beberapa
obat-obatan berpengaruh terhadap kualitas tidur. Obat-obatan yang mengandung
diuretic menyebabkan insomnia, anti depresan akan memsupresi kualitas tidur.
Orang yang minum alkohol terlalu banyak sering kali mengalami gangguan tidur.
7. Gaya
hidup
Orang
yang bekerja shift dan sering berubah shiftnya harus mengatur kegiatan agar
dapat tidur pada waktu yang tepat. Keadaan rileks sebelum istirahat merupakan
faktor yang berpengaruh terhadap seseorang untuk dapat tidur.
8. Penyakit
Seseorang yang sedang sakit
membutuhkan waktu tidur lebih lama dari keadaan normal. Sering sekali pada
orang sakit pola tidurnya juga akan terganggu karena penyakitnya seperti rasa
nyeri yang ditimbulkan oleh luka.
9. Kurang
berolahraga
Mereka yang kurang dalam beraktivitas olahraga
akan memicu seseorang menjadi sulit untuk masuk pada fase kedalaman tidur atau
tidur yang dalam.
10. IMT
yang berlebihan
Mereka yang tergolong
dalam IMT kurus tidak akan mengalami sleep apnea, sehingga menjadikan mereka
lebih mudah jatuh tidur dan merasa nyenyak saat tidur, seperti merasa segar saat bangun, tidak mengantuk
saat beraktivitas, dan tidak merasakan keletihan saat beraktivitas. kategori
IMT kurus lebih cenderung memiliki kualitas tidur yang baik. Sehingga dapat
disimpulkan jika semakin tinggi status IMT (obesitas) maka akan semakin buruk
kualitas tidurnya karena mengalami sleep apnea.
APA SAJA BAHAYA BEGADANG?
1.
Mempengaruhi kinerja otak
Kinerja
memori menurun sangat drastis pada kondisi ini ( Pelupa ) dan pikiran akan
sulit berkonsentrasi.
2.
Ceroboh
Kurang tidur akan membuat kemampuan motorik kita melambat
dan kurang gesit. Akibatnya, kita jadi sering gugup, menabrak atau menumpahkan
sesuatu. Hal itu disebabkan refleks kita berkurang dan otak kita kurang fokus
sehingga kita jadi terlihat seperti orang ceroboh
3.
Kecelakaan
Kurang
tidur juga berdampak pada keselamatan setiap hari di jalan. Mengantuk dapat
memperlambat waktu mengemudi; setara dengan kondisi mabuk saat menyetir.
4.
Memicu rasa gelisah
Rasa
gelisah setiap malam pasti akan terus menghantui para penggemar begadang yang
memiliki kualitas tidur buruk; reaksi tubuh pun bisa menurun. Yang lebih kronis
lagi, perasaaan bahagia tidak akan menghampiri hidup mereka yang kurang tidur
dan kurang mood.
5.
Memicu depresi
Dalam
studi tahun 1997, peneliti dari Universitas Pennsylvania melaporkan orang-orang
yang tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stress,
marah, sedih, dan kelelahan mental. Selain itu, kurang tidur dan gangguan tidur
dapat menyebabkan gejala depresi. Kurang tidur memperparah gejala depresi dan
depresi membuat anda lebih sulit tidur. Sisi positifnya, pola tidur yang baik
dapat membantu mengobati depresi.
6.
Gairah sex menurun.
Dikarenakan
energi terkuras, mengantuk, dan tensi yang meningkat.
7.
Gangguan jiwa
Terbiasa
begadang untuk menjelajah internet dan chatting di situs jejaring sosial
menjadi alasan bagi remaja mengalami kurang tidur. Berdasarkan hasil penelitian
itu yang diterbitkan oleh Journal Sleep, satu jam kekurangan tidur punya
berarti 14 persen risiko gangguan mental.
8.
Meningkatkan resiko kematian
Berdasarkan
hasil penelitian yang dipublikasikan pada 2007, mereka yang telah tidur kurang
dari 5-7 jam sehari mengalami kenaikan risiko kematian akibat berbagai faktor,
bahkan kurang tidur meningkatkan dua 23 kali lipat risiko kematian akibat penyakit
kardiovaskuler.
9.
Menurunnya sistem imun
Pada
orang yang memiliki kebiasaan begadang, jam biologis otak akan memprogram
sistem kekebalan mencapai puncaknya di malam hari dan akan menurun di pagi
hari. Padahal micro organisme jahat dan bibit penyakit serta karsinogenik
(senyawa penyebab kanker) sangat banyak di udara yang kita hirup di pagi hari
(http://siip.blogdetik.com)
APAKAH
ADA CARA MENGHINDARI BEGADANG?
TIDUR SEHAT
1.
Tidak menggunakan gadget
minimal 1 jam sebelum tidur
2.
Dengan olahraga teratur 3-4 kali dalam seminggu minimal 30 menit
3.
Ubah waktu tidur menjadi benar yaitu 6-8 jam/hari
4.
Rebahan ( istirahat
) yang cukup
5.
SElalu Hindari
merokok,minuman beralkohol dan minuman berkafein
6.
HArus Mengejarkan
tugas jauh dari deadline dan tidak sampai begadang
7.
Terus-menerus Makan-makanan
bergizi
8.
REFRENSI :
Motors, G., & Europe, W. (2016). Ritme sirkadian pada
mahasiswa dengan pola tidur tidak normal. Universitas Sanata Dharma,
(June).
Nur, M. (2012). Hubungan
waktu tidur dengan status gizi pada anak remaja di Negeri % Makassar. Universitas
Islam Negeri Alauddin Makassar, 66, 37–39.
Yogis, N., Putra, P., Tania, M., & Iklima, N. (2017).
Perancangan Infografis Tentang Dampak Kebiasaan Begadang Terhadap Pola Tidur
Sehat Bagi Remaja. Univeritas BSI, 4(2), 53–60.
Sulistiyani, C., & . (2012). Beberapa faktor yang
berhubungan dengan kualitas tidur pada mahasiswa fakultas kesehatan masyarkat
universitas diponegoro semarang. Universitas Diponegoro Semarang, 7(2),
1–25.

Comments
Post a Comment