Pola Makan Sehat Lansia


Setiap orang berhak untuk tetap sehat dan produktif di usia lanjut.
Pola makan yang sehat dan bergizi mempunyai peranan penting dalam mempertahankan kesehatan dan memperlambat datang nya penyakit
.

Definisi

               Penuaan adalah fenomena yang akan dialami oleh setiap orang yang diberi umur panjang, kejadian ini akan terjadi secara alami dan tidak dapat dihindari. Menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan  kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti, mempertahankan struktur dan fungsi secara normal serta ketahanan terhadap kerusakan (Paris Constantinides, 1994 dalam Meirina, 2001). (Tamba and Gultom 2014)
             Perubahan fisiologis yang dialami oleh lansia yaitu dari proses mengunyah makanan yang tidak baik disebabkan karena struktur rongga mulut yang berubah, kurangnya  sensasi rasa dan keinginan untuk mengunyah makanan. Oleh sebab itu menjaga pola makan yang baik dengan mengkonsumsi makanan sumber energi yang seimbang, tidak berlebihan  atau kurang, makan yang teratur sesuai dengan waktu dan jenis makanan yang sesuai sangat membantu dalam peningkatan kesehatan pada lansia.(Tamba and Gultom 2014)


Tujuan

Menurut (Kementerian Kesehatan RI 2012) :
Umum : Meningkatkan status kesehatan lanjut usia agar sehat, mandiri dan produktif melalui pelayanan gizi yang bermutu.
Khusus : - Meningkatkan kualitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan usia. 
               - Meningkatkan kualitas pelayanan gizi pada lanjut usia. 
               - Meningkatkan Status gizi lanjut usia.

Menu makanan sehat sehari lansia 

Para ahli gizi menganjurkan bahwa untuk lansia yang sehat, menu sehari-hari hendaknya: 
(a) Tidak berlebihan, tetapi cukup mengandung zat gizi sesuai dengan persyaratan kebutuhan lansia. (b) Bervariasi jenis makanan dan cara olahannya. 
(c) Membatasi konsumsi lemak yang tidak kelihatan (menempel pada bahan pangan, terutama pangan hewani). 
(d) Membatasi konsumsi gula, dan minuman yang banyak mengandung gula. 
(e) Menghindari konsumsi garam yang terlalu banyak, merokok dan minumam alkohol. 
(f) Cukup banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat (buah-buahan, sayuran, dan serealia) untuk menghindari sembelit atau konstipasi. 
(g) Minum yang cukup. 

Pagi  SUPER )                   
SIang ( SEHAT )                 
Malam ( LANSIA )

-          naSi merah
-          telUr
-          Pisang
-          Tahu bacEm
-          bRokoli
-          Semangka
-          ayam gorEng
-          Nasi Halus/bubur tim
-          kAngkung
-          Tempe
-          koL
-          Apel
-          Nasi
-          Susu
-          IkAn goreng


Makanan pokok sumber karbohidrat

Makanan pokok sumber karbohidrat beragam, sesuai dengan keadaan tempat dan budaya serta kearifan lokal contoh beras, jagung, singkong, ubi, talas, sagu, dan produk olahannya ( roti, pasta, mie, dll ) (Kementerian Kesehatan RI 2017)



Lauk pauk sumber protein

Lauk pauk sumber protein terdiri dari protein hewani dan protein nabati. Protein hewani memiliki asam amino yang lengkap dan mudah diserap oleh tubuh, namun jumlah kolestrol dan lemaknya lebih tinggi serta harga nya relatif mahal. Protein nabati memiliki lemak tak jenuhnya lebih tinggi dibandingkan protein hewani dan harganya relatif lebih murah dibandingkan protein hewani, namun kurang nya higienis dalam pengolahan lauk pauknya yang berasal dari kacang-kacangan. (Kementerian Kesehatan RI 2017)



Buah-buahan sumber vitamin dan mineral

Buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin ( vit. A, B, B1, B6, Ca ), mineral, dan serat pangan. Semua yang terkandung didalam buah tersebut sebagai antioksidan. (Kementerian Kesehatan RI 2017)



Sayur- sayuran sumber vitamin dan mineral

Sayur-sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral terutama karoten, vit. A, vit. C, zat besi, dan fosfor. semua yang terkandung didalam sayuran dpat dijadikan antioksidan. Sayuran ada yang bisa dikonsumsi mentah, namun ada juga yang harus di masak dahulu seperti dikukus, direbus, dan ditumis. (Kementerian Kesehatan RI 2017)



Bahan Makanan yang dianjurkan

Menurut (Bina Gizi and Kesehatan 2011) :

• Bahan makanan segar (tidak diawet)
• Bahan makanan sumber karbohidrat : havermout/oatmeal, roti gandum, beras merah, beras tumbuk
• Bahan makanan sumber protein : susu rendah lemak,ikan, tempe, tahu
• Bahan makanan sumber lemak : alpukat, kacang tanah/selai kacang, minyak kedelai, minyak jagung.
• Sayur-sayuran berwarna hijau, oranye : bayam, wortel, brokoli, labu kuning, labu siam, tomat, sayur hijau dan sayuran segar untuk lalapan
• Buah-buahan segar : pepaya, pisang, jeruk, nanas, apel, dll.


Hal-hal yang perlu diperhatikan

Menurut (Bina Gizi and Kesehatan 2011) :

•  Porsi makan kecil dan sering, dianjurkan makan besar 3 kali dan selingan 2 kali sehari.
• Sayuran dipotong lebih kecil, bila perlu dimasak sampai empuk, daging dicincang dan buah dijus/blender
• Untuk memenuhi kebutuhan air, minum air 6-8 gelas sehari.
• Makan bersama teman akan lebih meningkatkan nafsu makan.
• Penggunaan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lada, gula, cuka, dan lain -lain akan meningkatkan cita rasa makanan

Pesan gizi seimbang terkait diet pada lanjut usia (Kementerian Kesehatan RI 2012) :

1. Makanlah aneka ragam makanan

                  Makanan yang beraneka ragam adalah makanan yang terdiri dari minimal 4 sumber bahan makanan yaitu bahan makanan pokok, lauk-pauk, sayuran dan buah. Semakin beraneka ragam dan bervariasi jenis makanan yang dikonsumsi, semakin baik pola makan nya. Sayur dan buah sangat baik untuk dikonsumsi (dianjurkan 5 porsi per hari).

2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi 

                 Karbohidrat perlukan guna memenuhi kebutuhan energi. Bagi lanjut usia, dianjurkan un uk memilih karbohidrat kompleks seperti beras, beras merah, havermout, jagung, sagu, ubi jalar, ubi kayu dan umbi-umbian. Karbohidrat yang berasal dari biji-bijian dan kacang-kacangan utuh berfungsi sebagai sumber energi dan sumber serat. Dianjurkan agar lanjut usia mengurangi konsumsi gula sederhana seperti gula pasir dan sirup.

3. Batasi konsumsi lemak dan minyak

                Bagi lanjut usia, mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi tidak dianjurkan, karena akan menambah risiko terjadinya berbagai penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, jantung, ginjal, dan lain￾lain. Sumber lemak yang baik adalah lemak tidak jenuh yang berasal dari kacang-kacangan, alpukat, miyakjagung, minyak zaitun. Lemak minyak ikan mengandung omega 3, yang dapat menurunkan kolesterol dan mencegah arthritis, sehingga baik dikonsumsi oleh lanjut usia. Lanjut usia sebaiknya mengkonsumsi lemak tidak lebih dari seperempat kebutuhan energi.

4. Makanlah makanan sumber zat besi

               Zat besi adalah salah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel darah merah. Zat besi secara alamiah diperoleh dari makanan seperti daging, hati dan sayuran hijau. Kekurangan zat besi yang dikonsumsi bila berkelanjutan akan menyebabkan penyakit anemia gizi besi dengan tanda￾tanda pucat, lemah, lesu, pusing, dan mats berkunang-kunang. Demikian juga pada lanjut usia, perlu mengkonsumsi makanan sumber zat besi dalam jumlah cukup.

5. Biasakan makan pagi

         Makan pagi secara teratur dalam jumlah cukup dapat memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan tubuh dan meningkatkan produktifitas kerja. Lanjut usia sebaiknya membiasakan makan pagi agar selalu sehat dan produktif.

6. Minumlah air bersih dan aman yang cukup jumlahnya 

                  Air minum yang bersih dan aman adalah air yang tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa dan telah dididihkan serta disimpan dalam wadah yang bersih dan tertutup. Air sangat dibutuhkan sebagai media dalam proses metabolisme tubuh. Apabila terjadi kekurangan air minum akan mengakibatkan kesadaran menurun.

7. Lakukan aktivitas fisik dan olahraga secara teratur

                   Agar dapat mempertahankan kebugaran, lanjut usia harus tetap berolah raga. Aktifitas fisik sangat penting peranannya bagi lansia. Dengan melakukan aktifitas fisik, maka lanjut usia dapat mempertahankan bahkan meningkatkan derajat kesehatannya. Namun, karena keterbatasan fisik yang dimilikinya perlu dilakukan penyesuaian dalam melakukan aktifitas fisik sehari-hari.

Masalah gizi (Kementerian Kesehatan RI 2012) :

1. Kegemukan atau obesitas

               Keadaan ini biasanya disebabkan oleh pola konsumsi yang berlebihan, banyak mengandung lemak dan jumlah kalori yang melebihi kebutuhan. Proses metablisme yang menurun pada lanjut usia, bila tidak diimbangi dengan penigkatan aktifitas fisik atau penurunan jumlah makanan, sehingga jumlah kalori yang berlebih akan diubah menjadi lemak yang dapat menga ibatkan kegemukan. Selain kegemukan secara keseluruhan, kegemukan pada bagian perut lebih berbahaya karena kelebihan lemak diperut dihubungkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner. 
Menurut Monica, 1992, kegemukan atau obesitas akan meningkatkan risiko menderita penyakit jantung koroner 1-3 kali, penyakit hipe ensi 1,5 kali, diabetes mellitus 2,9 kali dan penyakit empedu
1-6 kali.

2. Kurang Energi Kronik (KEK)

            Kurang atau ilangnya nafsu makan yang berkepanjangan pada lanjut usia, dapat menyebabkan penurunan berat badan. Pada lanjut usia kulit dan jaringan ikat mulai keriput, sehingga makin kelihatan kurus.

3. Kurang Zat Gizi Mikro lain

         Biasanya menyertai lanjut usia dengan KEK, namun kekurangan zat gizi mikro dapatjuga terjadi pada lanjut usia dengan status gizi baik. Kurang zat besi, Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, Vitamin D, Vitamin E, Magnesium, kalsium, seng dan kurang serat sering terjadi pada lanjut usia. Beberapa penyakit kronik degeneratif yang berhubungan dengan status gizi.

a. Penyakit Jantung koroner
Konsumsi lemak jenuh dan kolesterol yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakitjantung koroner. Penyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding
dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner), dan hal ini lama kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jaringan ikat, pengapuran, pembekuan darah, dan lain-lain, yang semuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut.

b. Hipertensi
Berat badan yang berlebih akan meningkatkan beban jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya tekanan darah cenderung menjadi lebih tinggi. Selain itu pembuluh darah pada lanjut usia sering mengalami aterosklerosis (lebih tebal dan kaku), sehingga tekanan darah akan meningkat. Bila terjadi sumbatan di pembuluh darah otak akan memacu timbulnya stroke. Bila sumbatan terjadi di jantung dapat menyebabkan serangan jantung berupa nyeri dada atau kematian otot jantung (angina pektoris atau infark miokard) yang dapat menyebabkan kematian.

c. Diabetes Mellitus
Adalah suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar glukosa darah yang melebihi nilai normal (gula darah puasa >_ 126 gr/dl dan atau gula darah sewaktu diatas 200 gr/dl). Diabetes umumnya disebabkan oleh kerusakan sel beta di pankreas yang menghasilkan fungsi insulin, sehingga kekurangan insulin atau dapat juga terjadi karena gangguan fungsi insulin dalam glukosa ke dalam sel. Pada orang dengan berat badan lebih, hiperglikemia terjadi karena insulin yang dihasilkan oleh
pankreas tidak mencukupi kebutu
DM Tipe I : Diabetes disebabkan oleh kekurangan insulin karena terjadi kerusakan sel dan pankreas. Umumnya B normal atau di bawah normal dan disertai dengan trias DM, polifagi, poliuri, polidipsi (banyak makan, banyak minum dan banyak kencing)
DM Tipell Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM), selain terjadi kerusakan sel dan pankreas juga disertai tidak berfungsinya insulin, 75% penderita DM tipe II adalah obesitas atau dengan riwayat obesitas.

d. Osteoartritis (pengapuran tulang)
Adalah penyakit bagian dari arthritis, penyakit ini terutama menyerang sendi terutama pada sendi tangan, lutut dan pinggul. Orang yang terserang steoarthritis biasanya susah menggerakkan sendi-sendinya dan perge akannya menjadi terbatas karena turunnya fungsi tulang rawan untu menopang badan.

e. Osteoporois (keropos tulang)
Massa tulang mencapai maksimum pada usia sekitar 35 tahun untuk wanita dan 45 tahun untuk Aria. Bila konsumsi kalsium kurang dalam jangka wa to lama akan timbul keropos tulang (osteoporosis), dan pada wanit menopause akan lebih rentan karena pengaruh penurunan hormon estrogen. Akibatnya tulang menjadi rapuh dan mudah patah apabila terjatuh atau terkena trauma.
f. Arthritis Gout

Kelainan etabolisme protein menyebabkan kadar asam urat dalam darah meni gkat. Kristal asam urat akan menumpuk di persendian yang menyebab an rasa nyeri dan bengkak sendi. Pada penderita gout perlu pembatasa konsumsi lemak, protein, purin, untuk penurunan kadar asam urat. Disarankan banyak minum air putih minimal 8 gelas sehari.

Refrensi 

Tamba, Irnawati, and Ade C H Gultom. 2014. “Susunan Variasi Makanan Kaitannya Dengan Tingkat Selera Makan Lansia Di Panti Werdah Yayasan Guna Budi Bakti Medan Labuhan.” Jurnal Penelitian Saintika 15(2): 172–83.
Kementerian Kesehatan RI. 2017. “LEAFLET-ISI-PIRINGKU.” : 1–16. www.kesmas.kemkes.go.id.
Bina Gizi, Direktorat, and Kementerian RI Kesehatan. 2011. “Kementerian Kesehatan RI MAKANAN SEHAT UNTUK LANJUT USIA.”
Kementerian Kesehatan RI. 2012. “Pedoman Pelayanan Gizi Lanjut Usia.” Pedoman Pelayanan Gizi Lanjut Usia: 4–12

Comments